Generasi masa depan merupakan kelompok generasi Z (Gen-Z) yang memiliki kedekatan dengan teknologi, namun rentan terhadap tantangan masa depan. Gen Z memiliki ambisiusitas dalam menguasai teknologi untuk masa depan. Gen Z merupakan hasil dari bonus demografi generasi emas Indonesia 2045 nanti. Memperkenalkan gen-Z pada perkembangan teknologi digital merupakan suatu keharusan untuk lebih mendekatkan mereka pada perkembangan teknologi. Gen Z harus memahami penggunaan secara tepat, kemanfaatan, dan cara menggunakan teknologi. Untuk itu festival, seminar, dan demonstrasi teknologi digital harus sering dilakukan untuk mendekatkan generasi ini pada teknologi digital Indonesia.
Menjawab visi dan misi Politeknik Bhakti Semesta dan tantangan generasi saat ini, maka Polibest melaksanakan Salatiga Digital Festival (Disingkat: Sala3 DigiFest).
Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan perspektif dan gagasan baru bagi dunia Pendidikan guna menyikapi kemajuan teknologi dan masa depan pendidikan tinggi di Indonesia.
Salatiga Digifest dilaksanakan Sabtu, 25 November 2023, pukul 08.00 WIB hingga 11.00 WIB. Acara ini dilaksanakan di Aula D’ Emmerick Jl. Dr. Suwardi, No.10.
Empat kegiatan besar dijadikan dalam satu festival digital. Kegiatan pertama adalah seminar internasional yang menghadirkan pembicara internasional yakni, Dan Lejerskar (EON Reality) dan Prof. Shiang-Shyong Tseng (Asia University, Taiwan), serta Budiman Sudjatmiko, M.A., M.Phil sebagai pembicara nasional. Ketiga pembicara ini berdiskusi dengan peserta tentang tantangan teknologi dalam dunia pendidikan tinggi. Para peserta dari berbagai utusan perguruan tinggi di sekitar kota Salatiga terlibat dalam diskusi seminar tersebut.
Pada pukul 13.00 WIB hingga selesai dilaksanakan kompetisi e-sport (MBL). Kegiatan ini diikuti oleh siswa-siswa Sekolah Menengah Atas di kota Salatiga hingga kabupaten Semarang. Adapun hadiah bagi juara pertama adalah tropi Piala Walikota Salatiga, uang pembinaan, dan kesempatan beasiswa untuk berkuliah di Polibest.
Selanjutanya ada kegiatan Best Talk dan Stand Up Comedy. Best Talk diisi oleh ketua YKKBS, Citra Pratiwi, Sn. M.A yang berbicara tentang teknologi digital, seni dan budaya; Selanjutnya Semuel S. Lusi yang memaparkan tentang singularitas teknologi; dan Sahal Munir yang berbicara topik Moderasi digital dalam moderasi kehidupan beragama. Ketiga pembicara ini membuka paradigma baru tentang teknologi dan aktivitas manusia. Berikutnya acara yang menghibur adalah stand up comedy untuk meramaikan acara.
Diluar dari ketiga kegiatan tersebut, ada kegiatan pasar UMKM yang terletak disekitar lokasi kegiatan. Pasar UMKM menampilkan toko elektronik, komputer, perpustakaan daerah, dan makanan serta minuman. Ada satu stand yang menarik perhatian yakni stand Kopi Hening. Stand ini menjual kopi, tapi para penjualnya merupakan diabilitas yang mau bersaing dengan UMKM lainnya.
Pada akhir kegiatan, mahasiswa Polibest menampilkan band mahasiswa dan dosen untuk mendukung keramaian Salatiga Digifest.

